Showing posts with label God. Show all posts
Showing posts with label God. Show all posts

Monday, July 1, 2013

Thank God anyway :)

July 01, 2013
The second semester of college has ended.  Although the final score was not as good as my expectation but I still thank God anyway. At the end, the most important thing is not about the final score, but the lesson I’ve got behind – the lesson I’ll never get in any courses.

Honestly, I feel 2nd semester was harder than the previous semester. There are many more assignments and tests in various ways. I also had to adapt with new lecturers and new environment in every classes. I almost never passed a day without doing assignment or studying. Some seniors said “Welcome to the real university life”. Time and creativity became so important here. But I shouldn’t care for what people said. No matter how hard it would be, I would face it.

When I was in the way, I really felt the struggle. Surely tough. Seems like you easily can give up on the situation or can be dropped out. I tried so hard. Gratefully, half of second semester could be passed well. I got good score overall in my exam. I became more confident to get a good final score at the end. But suddenly everything was changed. As Indonesian proverb said “Setitik nila rusak susu sebelanga." I obtained a very low score on my mass communication final exam. The result really lowers my masscom final score on transcript and more than that, lowers my whole second semester score.

I have tried my best. That’s all the gift from God. If I don’t get a very high score, maybe God wants me to see things from the other side.

By now I am not trying to change the score anymore. The score was just what people can see, but I’ve learned more than that. I learned to see things objectively, not only from my side. I learned to work with people who are not match with me. I learned to admit my fault. I learned to not obtrude. Those lessons are invisible but so valuable.

I hope the next semester will be better. Fight!! ;)

Sunday, May 5, 2013

Lessons of Life

May 05, 2013
Tidak terasa we’ve passed about 120 days in this year. If I was asked how was 2013? I'll say hampir setengah tahun yang sudah saya jalani ini amazing. Di tahun ini Tuhan sepertinya benar-benar ingin membentukku secara keras. Saya telah melewati banyak pengalaman yang unforgettable dan menghadapi tantangan yang luar biasa. Kenapa unforgettable, bukan karena ini pengalaman yang menyenangkan semacam jalan-jalan ke luar negeri, tapi karena setelah melewati ini semua saya belajar banyaaaaaak. Well, Let's see!

Satu bulan pertama di tahun ini I felt so excited. Alasannya, tahun kemarin saya bisa merayakan natal bersama teman-teman di tempat gereja aku bertumbuh. Saya juga bisa menikmati liburan di kota tempat tinggal sendiri setelah hampir setengah tahun menetap di kota lain. Saya bisa berkumpul bersama keluarga, makan sepuas-puasnyaaaa dan bisa pergi ke mana pun dengan mengendarai mobil kesayanganku. Saya merasakan atmosfer yang sangat menyenangkan dan welcoming tahun 2013 with a good enthusiasm.

The another reasonnya adalah saya dapat tugas delegasi dari kampus untuk presentasi ke beberapa sekolah di kotaku dalam rangka audisi Lomba Presenter Berita Televisi yang diadakan oleh program studi Ilmu Komunikasi di universitas saya berkuliah saat ini. Kebetulan kemarin itu saya menjadi panitia, jadi saya bantu socialize dan publikasi di Makassar. This was my first experience and I was so proud could do it well, lumayan juga tambah2 pengalaman dan membuat saya jadi lebih berani menghadapi publik. Next, the coming of the crew to here benar2 membuatku jadi superaktif di awal tahun hehe. Awalnya saya tidak mengenal teman-teman panitia yang baru itu tapi ya mau tidak mau kenalan dan mereka ternyata sangat open and friendly :D

Shortly, LPBT benar-benar menyibukkan di dua bulan pertama tahun ini. Here I learned many skills I might not get in other places. Seriussss. Belajar apa? Banyak sekaliiiiI! Can’t mention them one by one. Di sini juga saya mengenal orang-orang baru. Mereka itu kumpulan superman hahahaha. Saya melihat mereka semua berbeda tapi bisa kerja sama-sama dibawah pimpinan a great leader tentunya. Saya melihat orang-orang yang tidak digaji tapi sangat bergairah untuk bekerja. Saya belajar soal “totality” dan dari timku sendiri saya belajar how to serve other sincerely. Melakukan sesuatu bukan sebatas tanggung jawab tapi lebih dari itu. Mungkin karena driven by passion sehingga hasilnya benar-benar luar biasa.

Di bulan Februari itu ada dua occasion yang cukup penting dalam hidupku. First was Chinese New Year. Unfortunately, I couldn’t go home on new year and didn’t celebrate it with my family. Tapi di sini saya melihat Tuhan sedang menunjukkan kasihNya lewat orang-orang di sekitarku, bahkan melalui orang yang baru ku kenal. He sent me an angel :) Yang kedua adalah ultah ke-delapan-belas-ku. Di ultah yang ke18 ini saya tidak mengharapkan apapun, mungkin karena  terlalu sibuk mengurusi hal di luar diriku. Saya sudah terlanjur nyaman dengan atmosfer ini dan berpikir bahwa yang saya kerjakan saat ini lebih penting dari sekedar merayakan ulang tahun. Then 14 February became just another day. I still got many birthday greetings most from bbm and other social media. Everyone was still busy with their own job. Mungkin kalau saya ngomong seperti ini hanya anak-anak LPBT yang mengerti sesibuk apa hehehe. Ya begitulah. Semuanya berjalan seperti biasanya. Nothing special. Malamnya, anak-anak panitia kasi kue tart lemon dan lilin-lilin. Bagiku ini benar-benar kejutan. Saya tidak pernah menyangka mereka bisa mengingat sesuatu yang kecil dan mungkin not too important for them. Rasanya : senang sekali. Saya merasa punya keluarga kecil temporer di sini yang memperhatikanku. Dan sekali lagi saya yakin mereka ini adalah orang-orang yang memang Tuhan sudah tempatkan dalam hidupku. Melalui mereka saya bisa merasakan kasih dan pemeliharaan-Nya. Luar biasa sekali kan how my God works :D

Setelah semua kesenangan LPBT berakhir, saatnya melanjutkan studi di semester dua. Second semester felt totally different than before. Semuanya seperti direset sehingga saya harus beradaptasi ulang. Untungnya I still have Melodi and Vina. Dua minggu pertama kuliah rasanya lesu dan tidak bersemangat. Ingin kembali ke masa-masa LPBT atau at least go back to last year. Belum siap, belum sanggup hadapi tantangan yang lebih berat tapi yaa mau gimana lagi life must go on. Kalau kutip kata-katanya temanku “things gets harder as we grow”, masa mau mundur sih harusnya kan bangga bisa naik ke level yang lebih tinggi hoho. Retweet!!

Bulan 3, 4, 5 ini saya sering merasa sendiri. Sendiri bukan dalam arti secara harafiah tidak punya teman atau tidak pernah bersosialisasi. Mungkin lebih tepat kalau saya bilang “feel empty”.  Saya jadi sering menyalahkan keadaan dan overthinking. Efeknya jadi tidak semangat, malas saat teduh, malas ke gereja, sering tidak mood dan mengalami degradasi dalam beberapa hal lainnya. Bahkan untuk bangun  pagi pun rasanya malas, sampai pernah kepikiran pengen escape ke tempat asing untuk forgetting all the things for a while. Bahkan saya sudah mulai kebal dengan kata-kata “Semangat Valen!” Sometimes, I talked with certain people to get things better. Saat saya lagi jenuh, saya mencari beberapa orang yang menurutku tepat untuk diajak cerita. Kadang saya merasa sangat lega setelah bercerita dan menerima beberapa masukan. Kadang saya hanya butuh pendengar yang bersedia meluangkan waktunya buat mendengarkanku. Kadang juga saya butuh “teman" untuk menemaniku makan. Saya pengen mention beberapa yang masih melekat dalam pikiranku :

Saat saya sedang merasa tidak punya apa-apa ada seorang teman yang bilang “saat kita berada di titik terendah itulah kita bisa pasrah seutuhnya”. Saya jadi teringat ketika Ayub kehilangan semuanya, ia masih tetap bersyukur dan tidak pernah mengeluh. Bahkan dia bilang kalau semua ini punya Tuhan maka Ia berhak mengambilnya. Belajar berserah yaa.

Saat saya merasa semua serba sulit dan seolah tidak ada jalan keluar, ada teman yang BM “semua hal kelihatan sulit....sebelum kita menyerahkannya sama Tuhan”

Saat saya merasa jenuh dengan gerejaku di sini and seeking for God why He placed me here, seseorang menolongku by saying “Sometimes to understand why God want me to do something, sometimes you just have to do it first and find out later....Sometimes Valen, you just have to force yourself to go”

Mungkin semua itu hanya serangkaian kata-kata, tapi kata-kata itu jadi kekuatan dan motivasi buatku. Ketika saya mengingat bagaimana orang begitu mempedulikanku and wanted me to be better, saya jadi punya semangat lagi. Hampir setiap pagi saya menerima pesan tentang ayat Firman Tuhan dari teman gerejaku yang sekarang di Jakarta. Mungkin saat dia BM, dia tidak tahu keadaan setiap orang yang membacanya, tapi itu sangat influenced bagiku dan membuatku jadi feel worthed.

Waktu saya sakit, saya berterima kasih banget sama orang-orang yang selalu mengingatkanku untuk istirahat dan minum air. Saya melakukan semuanya itu bukan sekedar untuk kebaikan diriku kok, tapi karena mengappreciate orang-orang yang sudah memperhatikanku. Sabtu kemarin pas lagi tepar-teparnya saya sangat ingin makan yang berkuah. Malam itu saya makan suki di GM bersama dua orang teman yang mungkin selama ini sudah got along with me, tapi saat saya butuh they were there. Mereka ada untuk menemaniku. Saya ke GM dalam keadaan menggigil, sakit tenggorokan, agak demam, pilek, sakit kepala. Saat lihat mereka tersenyum, saat ngobrol sama mereka, saat kita masak-masak suki bareng dan makan sampai kekenyangan, rasa sukacitanya lebih besar dari rasa sakitnya.

Ketika saya melihat semua orang terlalu sibuk dengan kehidupannya masing-masing, there are still some good people. Saya merasa tenang karena Tuhan tidak pernah menghilangkan orang-orang baik dari dunia ini. Bahkan ketika Tuhan memusnahkan seluruh penduduk bumi, masih ada Nuh di dalam kapal.

Saya belajar satu hal lagi. TERSENYUMLAH. Dunia tidak pernah mau tahu kesedihan dan kesusahanmu. Hanya Tuhan yang paling mengerti kita. Jadi, apapun yang terjadi still keep smiling on your face. Biarkan dunia menjadi lebih baik dengan sebuah senyuman. Kalau kamu lagi sedih, buat orang sedih yang ada di luar sana to feel better dengan senyumanmu. Kau akan terlihat lebih cantik dengan memiliki senyuman. GIVE THANKS FOR EVERYTHING, even when you have nothing. Ingat Ayub. Ingat kebaikan Tuhan.

Sebentar saya akan kuliah pagi. I have 4 hours left to sleep. Semoga setelah bangun tetap semangat dan bisa membawa energi positif untuk setiap orang yang kutemui. Hidup memang complicated, tapi bahagia itu sederhana ^_^

Saturday, July 21, 2012

Welcoming New Chapter

July 21, 2012

Hi Bloggers.. Saya baru saja memasuki sebuah babak baru lagi dalam kehidupanku. Dalam babak ini saya benar-benar dituntut untuk upgraded baik dalam sikap maupun mental, termasuk untuk menjadi lebih dewasa dalam hal apapapun. Nah, dalam post kali ini saya ingin sedikit mensharingkan mengenai kehidupanku selama kurang lebih sebulan menjalani babak baruku ini.

Saat ini saya berada di awal dunia perkuliahan. Saya sengaja memilih tempat kuliah yang jauh dari kota asal saya karena selain di Makassar tidak ada fakultas yang saya inginkan, saya juga ingin belajar menjadi lebih mandiri dan ingin bertemu banyak teman baru. Di sinilah, di UK Petra Surabaya tempat saya memulai kehidupan yang baru.

Awal datang ke sini yaitu 27 Juni 2012, saat itu saya hanya datang ke sini bersama beberapa teman dari Makassar. Saat datang ke sini saya merasa Surabaya sudah tidak asing bagi saya. Namun waktu malam pertama di kos untuk cari makan saja rasanya sulit dan bingung. Belum lagi di kos saat itu masih suram, mau ini belum ada, itu belum ada. Semuanya belum tersedia, tidak seperti di rumah saya yang dulu. Di sini saya tidak ada kendaraan, tidak tahu jalanan, mau ngapa-ngapain rasanya sangat terbatas. Tapi dari sini saya mulai belajar. Belajar bagaimana hidup dalam kesederhanaan, belajar membuat daftar belanjaan, belajar mengatur keuangan, belajar mandiri (melakukan semuanya sendiri tanpa bantuan orang tua), belajar mengatur waktu, belajar berani dan percaya diri, belajar mengendalikan diri, dan lain-lain. Awalnya sangat tidak mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, tapi lama-kelamaan saya merasa mulai nyaman berada di titik ini, meskipun mungkin ini bukan hal yang biasa selama di Makassar.

Saat memasuki Minggu Orientasi P3KMABA, saya mulai disibukkan dengan berbagai hal. Mulai dari hal yang paling kecil namun sangat sulit dilakukan, yaitu bangun pagi -_- dan yang lebih parahnya adalah tidak ada yang akan membangunkan. Beberapa hari sebelum masa orientasi saya membeli sebuah jam weker yang bunyinya seperti bel sekolah. Dan beruntungnya weker itu sangat manjur membangunkan saya jam setengah 5 pagi selama minggu P3KMABA. Selama P3KMABA jujur saya merasa sangat kewalahan, belum lagi disuruh yang macam-macam oleh Kakak Panitia dan mau tidak mau kita harus melakukan semua yang disuruh. Lalu tantangan keduanya, saat hari keenam P3KMABA tiba-tiba saya sakit. Badan saya sangat lemas dan perut saya sakit. Tapi saya tetap memutuskan untuk berangkat ke kampus. Tetapi Puji Syukur atas penyertaan Tuhan, setelah minum obat dua kali, saat pertengahan kegiatan P3KMABA itu rasa sakitnya tiba-tiba hilang. Tuhan Yesus baik sekali memulihkanku.

Sekarang sudah hampir sebulan saya berada di sini, dan babak ini sedang menggoreskan satu bagian dalam sejarah kehidupanku. Satu hal yang selalu dapat rasakan yaitu penyertaanNya itu selalu ada dimanapun kapanpun dalam keadaan apapun dan pertolonganNya tidak pernah datang terlambat. Saya juga bersyukur kalau hingga saat ini saya masih bisa taat saat teduh dan beribadah. Saya sangat senang karena saya mendapatkan teman-teman baru di sini. Saya berharap agar dapat terus menjalani kehidupan di sini dan bisa menjadi garam serta terangNya.

Semoga bisa menjadi berkat! ^_^